KUMPULAN MAKALAH

Diwasa ini banyak para guru mmemerlukan tulisan ilmiah berupa makalah ataupun PTK yang dipergunakan untuk kenaikan pangkat ataupun sertifikasi guru.

Oleh karena itu saya mencoba untuk memberikan beberapa conto makalah seperti di bawah ini:
MAKALAH SENI BUDAYA:

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Untuk memenuhi kebutuhan akan cita rasa keindahan, manusia berpikir dan membuat karya seni. Tema yang sering muncul dalam karya seni rupa adalah hal seputar manusia dan hubungannya dengan dunia. Seni rupa sebagai media ekspresi sering dijadikan sarana pengungkapan gagasan. Dalam hal ini, gagasan atau ide siswa didalam melukis lebih cenderung kearah pemandangan dan kartun. Untuk itu sebelum pelaksanaan praktik melukis di mulai, siswa terlebih dahuluh diberi gambaran melalui contoh-contoh lukisan bahwa melukis itu tidak harus pemandangan atau kartun saja akan tetapi masih banyak ide atau gagasan dan objek lain yang dapat menjadi tema lukisan. dari hal ini maka wawasan siswa terbuka dan siswa dapat menilai atau mengapresiasi contoh-contoh lukisan yang diberikan oleh guru mata pelajaran.
Dalam melukis tentunya tidak jauh dari alat dan bahan. Alat dan bahan ini bila dilihat dari kemampuan keuangan orang tua siswa belum tentu semua orang tua siswa mampu untuk mendanai pembelian alat dan bahan untuk melukis tersebut. Untuk itu bahan untuk proses awal pembuatan kanvas pihak sekolah melalui dana BOS memberikan bantuan berupa alat dan bahan. Alat dan bahan tersebut meliputi gergaji kayu, paku, lem kayu, singwiet, timba, cat tembok putih dan kuas besar yang berguna dalam proses pembuatan kanvas. Sedangkan untuk kayu spanram dan kain kanvas (kain spanduk / tepung terigu) di beli siswa sendiri dalam tempo 1 bulan. Untuk cat minyak dan kuas siswa membeli sendiri dalam 1 bulan berikutnya. Dalam praktik melukis siswa di bentuk kelompok agar mudah dalam bekerja sama dan di beri tempo waktu 5 bulan berikutnya lukisan harus selesai beserta piguranya. Dalam waktu yang panjang ini diharapkan siswa dapat berkarya semaksimal mungkin dan dapat membeli alat dan bahan dengan ringan. Dalam praktik melukis dikerjakan disekolah dan dilanjutkan di rumah dalam kondisi hasil lukisan 0%, 20%, 50%, 70%, 100% dalam tempo 7 bulan sehingga pada semester II karya seni lukis sudah siap untuk dipamerkan.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana cara memberi motivasi siswa dalam melukis ?
2. Bagaimana cara meningkat apresiasi seni siswa ?
3. Bagaimana langkah-langkah pembuatan kanvas sampai menjadi lukisan siap pamer ?

C. Metodelogi Pembelajaran
1 Pendekatan kepada siswa dengan memberikan contoh lukisan.
2 Memberi wawasan apresiasi seni dengan pendekan prinsip-prinsip seni.
3 Demonstrasi pembuatan kanvas dan teknik melukis.

BAB II
PEMBAHASAN

Kemampuan penggarapan serta penguasaan bahan dan alat merupakan aspek yang utama dalam melukis. Dalam hal ini kemampuan siswa untuk melukis tentunya berbeda-beda. Untuk itu guru mata pelajaran harus memberikan motivasi bahwa melukis itu mudah dan menyenangkan. Langkah-langkah yang dilakukan adalah guru mata pelajaran dapat memberikan contoh-contoh lukisan sederhana yang dapat dipahami dan dimegerti oleh siswa baik secara teknik maupun ide atau gagasan pada contoh lukisan tersebut. Dari contoh lukisan tersebut diharapkan siswa dapat mengapreasiasi contoh lukisan tersebut dan menarik minat siswa dengan didampingi guru mata pelajaran.
Contoh-contoh lukisan dapat didapat di internet ataupun cd art yang mudah didapat oleh guru mata pelajaran. Siswa di beri tugas membuka internet dengan tema art. Dari beberapa hal diatas maka wawasan siswa dapat terbuka bahawa melukis itu tidak hanya bertemakan pemandangan dan kartun. Untuk memberi wawasan apresiasi tetntunya siswa kelas IX sudah mendapat pelajaran tentang prinsip-prinsip seni pada kelas VII, jadi guru mata pelajaran tinggal mengulas kembali dengan menghubungkan contoh-contoh lukisan yang diberikan kepada siswa. Guru mata pelajaran mengungkapkan bahwa melukis itu tidak hanya mencontoh atau mengarang akan tetapi juga bisa melihat langsung benda atau suasana yang ada di sekitar rumah kita. Melukis itu tidak ada aturan atau batasan tertentu tergantung ekpresi setiap individu pelukis masing-masing. Dari wawasan tersebut diharapkan siswa tidak mempunyai beban bahwa melukis itu sangat sulit.
Langkah-langkah pembuatan kanvas adalah sebagai berikut:
1 Siswa diharapkan mampu membuat spanram secara kelompok dari kayu halus dengan ukuran 40 cm X 60 cm. Caranya kayu dipotong sesuai ukuran kemudian dibentuk siku pada setiap sudutnya. Sudut siku kayu tersebut di beri lem kayu sebagai penguat kemudian dipaku hingga membentuk siku-siku persegi empat.
2 Setelah spanram jadi, kemudian kain kanvas (bisa kain spanduk atau kain bekas tepung terigu) dipaku atau di steples tembak pada salah satu sisi kemudian di bentangkan pada sisi lain sehingga kayu spanram tertutupi kain secara rapat. Sebagai catatan bahwa kain di paku atau steples tembak pada sisi samping atau belakang dari kain yang dibentangkan.
3 Adonan singwiet (pemutih lantai atau tembok Rp. 750,-/ Kg) di campur dengan lem kayu putih (Rp. 7.000,-/ Kg) pada tempat timba. Campuran ini harus encer karena bila kental jadinya bisa kelihatan pecah-pecah pada kain kanvas. Adonan ini bisa digunakan ± 10 kanvas dengan ukuran tersebut.
4 Kuaskan adonan tersebut pada kanvas secara merata dan tipis, kemudian keringkan. Setelah kering gosoklah kain kanvas dengan amplas halus ecara halus hingga halus. Kemudian ulangai cara tersebut samapai ± 3 kali atau sampai lubang-lubang kain tertutupi. Kemudian kuaskan cat tembok tipis-tipis secara merata agar kanvas lebih nampak putih bersih.

Langkah-langkah praktik melukis:
1 Siswa diharuskan mengambar terlebih dahulu pada kertas gambar sebagai gagasan lukisannya nanti. Dari gambar ini guru mata pelajaran dapat mengarahkan dan membimbing dalam melukis nanti baik secara teknik mapun gagasan sehingga kesalahan dalam melukis dapat dihindari.
2 Siswa melukis sketsa pada kanvas dengan warna krem atau terang sesuai dengan yang digambar pada kertas gambar sebelumnya. Sebagai catatan siswa dilarang membuat sketsa dengan pensil karena warna hitam pensil sangat kuat dan sulit untuk ditutupi dengan cat minyak.
3. Siswa dibimbing untuk membuat warna dasar secara tipis-tipis pada lukisannya sehingga dapat memperkirakan warna dan teknik kuas yang baik. Dari hal ini
kemungkinan salah warna sangat kecil sekali dan guru mata pelajaran dapat mengajarkan teknik pencampuran warna dan teknik penarikan kuas.
3 Dari hal di atas siswa dapat melanjutkan di rumah akan tetapi tidak boleh diselasaikan sampai finish, paling tidak 20 % dari lukisan dapat dijadikan sebagai nilai proses. Karena bila diselesaiakan di rumah maka guru mata pelajaran tidak akan tahu apakah lukisan siswa tersebut dikerjakan sendiri atau dibuatkan orang lain.
4 Proses tersebut diulang-ulang dengan bimbingan guru mata pelajaran sampai lukisan siap pamer.
5 Pada langkah pameran siswa kelas IX harus dapat membuat katalog pameran dan penataan ruang pameran di ruang kesenian.

Dari langkah-langkah diatas diharapkan siswa dapat meningkatkan kemampuannya dalam mengapresiasi seni rupa. Hal ini dikarenakan siswa sendiri telah mengalami proses melukis dan mengetahui kemampuannya dalam menciptakan karya seni lukis. Dari proses inilah maka sikap mental siswa untuk menghargai karya orang lain dan apresiasi seni akan lebih muncul dari sebelumnya dan sikap menyepelekan atau meremehkan karya seni orang lain akan hilang dengan sendirinya berdasarkan pengalaman siswa sendiri.

BAB III
PENUTUP
1. Kesimpulan

Dari uraian bab-bab sebelumnya dapat disimpulkan bahwa praktik melukis sangat penting dalam meningkat apresiasi siswa. Hal ini disebabkan siswa mengalami proses langsung dalam menciptakan karya seni lukis dan tahun akan kemampuannya untuk menciptakan karya seni lukis.
Guru mata pelajaran diharapkan mampu memberi wawasan kepada siswa bahwa melukis itu tidak sulit tetapi mudah dan menyenangkan. Guru mata pelajaran diharapkan dapat melaksanakan pameran kelas minimal di sekolah masing-masing dan siswa diberikan tugas untuk menilai atau mengapresiasi dari karya temannya sendiri.
Dari empat kelas yang ada (168 siswa) bisa diasumsikan bahwa dalam pembuatan kanvas di SMA NEGERI 1 KROYA ± 99 % siswa mampu membuatnya, untuk teknik melukis ± 70 % siswa mampu menggunakan teknik yang baik dan benar sedangakan yang ± 30 % masih memerlukan bimbingan dan pantauan terus menerus dari guru bidang studi.
2. Saran
-Bila kondisi ekonomi orang tua siswa secara global tidak mampu maka pelaksanaan praktik melukis dapat dilaksanakan dalam jangka panjang.
-Minyak dapat diganti dengan tiner a atau bensin.
-Siswa di larang mengambar betemakan pemandangan seperti anak SD yaitu dua pegunungan ada jalan, matahari di tengah pegunungan, pohon kelapa, jalan, dan sawah dipinggir rumah.

Daftar Pustaka
1. Tim Abdi Guru.2004. Kesenian untuk SMA Kelas XI .Jakarta:Erlangga
Lampiran
Contoh-contoh lukisan yang dapat di presentasikan ke siswa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s