Surat Al Fatikhah merupakan dialog antara hamba dengan sang Kholik

Manusia memiliki dua kekuatan: kekuatan ilmu dan kekuatan amal. Pada keduannya tertumpu kebahagiaan yang sempurna.
Kesempurnaan kekuatan ilmu hanya terwujud dengan mengenal Zat (Tuhannya), mengenal asma dan sifat-sifat-Nya, mengenal jalan yang dapat mengantarkan mendekatkan diri kepada-Nya, juga terwujud dengan mengenal bencana-bencana (khoerihi wasyarihi ), yang menimpanya, mengenal dirinya, dan cacat-catanya. Dengan lima jenis pengenalan ( makrifat ) ini, kekuatan ilmu menjadi sempurna. Orang yang paling banyak ilmu adalah orang yang paling mengerti dan paling banyak mengenal hal-hal di atas.
Sedangkan kesempurnaan kekuatan amal, tidak tercapai kecuali dengan memelihara hak-hak Allah atas sang hamba dan menunaikannya dengan penuh ikhlasm jujur dan disiplin, sambil selalu memandang nikmat-nikmat Allah yang diterimanya dan memandang dirinya sering melalaikan hak Allah sehingga ia malu kepada-Nya. Juga ia memandang bahwa tidak ada jalan baginya untuk mencapai kesempurnaan dua kekuatan tersebut kecuali dengan ma’unah dan pertolongan Allah.
Dengan demikian, maka kesempurnaan manusia dan kebahagiaannya hanya tercapai dengan kumpulnya perkara-perkara ini sebagaimana dialog sang hamba dengan sang Kholik di dalam QS. Al -Fatikhah sbb :
1. Dialog sang Kholik :Ayat “Segala puji bagi Allah, Robb semesta alam. Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, yang menguasai hari pembalasan” ( ayat 2 – 4 ) mencakup pondasi pertama, yang terdiri atas ma’rifat Robb ‘mengenal Robb’ , yaitu Allah Ta’ala, mengenal asama, sifat dan perbuatan ( af’al ). Nama-nama yang dimuat dalam tiga rangkaian ini merupakan ushul ‘ dasar’ bagi Asmaul -Husna. Nama Allah mencakup sifat-sifat uluhiyah, nama Robb mencakup sifat-sifat rububiyah, dan nama ar rohman mencakup sifat-sifat ihsan, kemurahan dan kasih sayang. Pada-Nya lah makna dari nama-nama-Nya berkisar.
2. Dialog hamba, ayat “Hanya kepada Engkaulah kami beribadah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan” (ayat 5) mencakup ma’rifat mengenal jalan untuk mencapai hal di atas yang tidak lain adalah beribadah hanya kepada-Nya saja dengan segala apa yang dicintai dan diridoi-Nya disertai memohon pertolongan kepada-Nya dalam melakukannya.
3. Dialog hamba, ayat ” Tunjukilah Kami shirotol mustakim ( jalan yang lurus ) (ayat 6 ) mencakup penjelasan bahwa tidak ada jalan bagi seorang hamba untuk mencapai kebahagiaan selain beristiqomah ( teguh tidak bergeser ) dan tetap pada shirotol mustakim dan tidak ada lagi seorang hamba untuk beristiqomah kecuali dengan hidayah Roob-Nya, juga tidak ada jalan baginya untuk beribadah kepada Allah kecuali dengan ma’unah dan pertolongan-Nya. Jadi sifat hamba “La haula wala quwata ila bilah “, tidak berdaya upaya apa-apa kecuali dari Allah.
4. Dialog hamba, ayat ” Bukan jalan orang-orang yang dimurkai dan jalan orang-orang yang sesat” (ayat 7 ) mencakup penjelasa tentang dua tepi penyimpangan dari shirotol mustakim dan penyimpangan dari salah satunya merupakan kesesatan, akibat kerusakan ilmu dan keyakinan, sedangkan penyimpangan kedua merupakan kebencian Allah yang penyebabnya adalah kerusakan tujuan dan amal.
Dari keterangan di atas dapat kita ambil kesimpulan bahwa surat Al Fatikhah, selain merupakan dialog antara hamba dengan Kholik-Nya, juga pada surat tersebut awalnya adalah rahmat, pertengahannya adalah hidayah dan ujungnya adalah nikmat.
Barang siapa yang merealisasikan kandungan Al Fatikhah dengan ilmu, makrifat, amal, dan perilaku, ia pasti akan meraih keberuntungan yang paling besar dan’ ubudiyah’nya menjadi ubudiyah orang-orang khusus yang derajatnya lebih tinggi dari orang-orang biasa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s