Misteri air

16 02 2009

MISTERI KEANEHAN PERILAKU AIR
“Dan Kami ciptakan dari air segala sesuatu yang hidup.” (Q.S. Al Anbiya:30).
Dalam kitab-kitab tafsir klasik, ayat tersebut diartikan bahwa tanpa air semua akan mati kehausan. Namun, informasi terbaru menyebutkan, di Jepang ada seorang ilmuwan bernama Dr. Masaru Emoto dari Universitas Yokohama, yang telah dengan tekun melakukan penelitian tentang perilaku air.
Dalam penelitian tersebut, air murni dari mata air di Pulau Honshu didoakan secara agama Shinto, lalu didinginkan sampai -5 derajat Celcius di laboratorium. Setelah itu lantas difoto dengan mikroskop elektron dengan kamera berkecepatan tinggi. Ternyata molekul air membentuk kristal segi enam yang indah.
Percobaan ini diulangi dengan membacakan kata “Arigato (terima kasih dalam bahasa Jepang)” di depan botol air tadi. Kristal kembali membentuk sangat indah. Lalu dicoba dengan menghadapkan tulisan huruf Jepang berbunyi “Arigato”. Kristal tersebut membentuk dengan keindahan yang sama.
Selanjutnya ditunjukkan kata “Setan.” Kristal tersebut berubah dalam bentuk buruk. Diputarkan musik Symphony Mozart, kristal muncul berbentuk bunga. Ketika musik heavy metal diperdengarkan, kristal hancur.
Ketika 500 orang berkonsentrasi memusatkan pesan “peace (perdamaian)” di depan sebotol air, kristal air tadi mengembang bercabang-cabang dengan indahnya. Dan ketika dicoba dibacakan doa Islam, kristal bersegi enam dengan lima cabang daun muncul berkilauan. Subhanallah! Maha Suci Allah.
MAWAN SUGANDA





INDRAMAYU SIAP USSN PAI

18 03 2009

Pendidikan Agama Islam merupakan mata pelajaran utama yang mesti mendapatkan perhatian bagi segenap pemerhati pendidikan maupun guru agama Islam khususnya dan semua muslim dan muslimah yang ada di wilayah Indonesia, mengapa demikian? Jawabannya Karena selama ini pendidikan agama khususnya Islam kedudukannya terabaikan oleh para siswa yang ada di sekolah baik di tingkatan SD, SMP maupun SMA.

Kabupaten Indramayu melalui jajarannya departemen agama dan MGMP PAI serta dinas pendiidkan kab/kota bertekad memperbaiki citra pendidikan agama Islam agar keberadaannya diperhatikan dan dapat diperhitungkan sebagai mata pelajaran yang layak untuk mendapatkan perhatian serius sejajar dengan pendidikan yang diuji Nasionalkan ( di UN kan ), hal ini akan terbukti.

Beberapa kekegiatan mengawali hal-hal tersebut di atas terbukti dengan dipanggilnya Kandepag dan Kadisdik kab. Indramayu untuk mengadakan semacam workshop di Bandung yang isinya bahwa kita jajaran departemen agama akan melaksanakan Ujian Sekolah Standar Nasional mata pelajaran PAI yang disingkat USSN PAI. Sosialisasi kandepag kab. Indramayu melalui forum MGMP sudah dilaksanakan di SMP N 1 Indramayu, Sabtu tanggal 14 Maret 2009 yang dihadiri oleh 30 guru Agama Islam dan para pejabat daerah, yaitu dari pihak depag, seperti Kandepag, Mapenda sedangkan dari pihak diknas oleh para guru MGMP PAI se kabupaten Indramayu.

Intinya kami para guru agama yang ada di Indramayu khususnya agama Islam sepakat akan mengusung Pendidikan Agama Islam dijadikan mata pelajaran yang akan di UN kan, untuk tahap pertama berupa USSN.

USSN yaitu Ujian Sekolah Standar Nasional artinya Ujian ini menggunakan kisi-kisi yang dibuat oleh pusat dalam hal ini departemen agama RI seangkan soalnya diserahkan kepada MGMP PAI kab. /kota.
Insya Allah dalam waktu dekat menurut Sekretaris MGMP kab. Drs. Gunawan bahwa kita guru agama yang terlibat dalam MGMP yang hadir pada tanggal 14 Maret 2009, akan dipanggil oleh pak Kadis Kab. Bapak Suhaeli, M.Si yang intinya akan menanyakan langsung kesiapan para guru PAI untuk melaksanakan USSN tersebut.





UPGRADE SERVER PULSA DBS

8 03 2009

UPGRADE SERVER PULSA DBS TELAH DILAKUKAN PADA TANGGAL 23 FEBRUARI 2009

Saat ini transaksi pulsa di server DBS mencapai 1,5juta trx/bln. Server baru memiliki kapasitas hingga 8juta trx/bln. Sehingga menempatkan Server Pulsa DBS sebagai yang terbesar di Indonesia saat ini. Pengakuan & penghargaan telah diberikan oleh Excelcomindo & Indosat.

1. U-TONES
Setiap member DBS yang memiliki HP dengan system operasi Symbian ber-gprs khususnya Hp Nokia, akan dipasang software iklan dimana setiap kali member menerima telfon / sms di hp nya, ybs akan menerima klip iklan & deposit pulsa sejumlah Rp.100,-. Akumulasi deposit pulsa akan dikirimkan tiap akhir bulan. Apabila rata-rata seseorang menerima 15 telf atau sms per hari, maka dalam waktu 1 bulan, ybs akan menerima deposit pulsa senilai Rp.45.000,-/bulan. Meskipun ybs belum punya jaringan sekalipun! Jadi untung sekali menjadi member DBS.
Cara penginstalan utones di hp Anda:
1. Pastikan Anda telah menjadi member DBS & no hp yang akan Anda gunakan telah terdaftar sebagai agen DBS.
2. Pastikan Hp Anda bermerk Nokia & telah tersetting aktif gprs-nya
3. klik Http://dl.utones.biz:7000 di browser hp Anda
4. Download softwarenya kemudian instal di hp Anda.
5. Masukkan no hp keagenan Anda kemudian pasword standar yaitu sukses
Untuk info lebih lengkap, klik www.utones.biz
CALL CENTER UTONES: 021-7892445
U-TONES kami persembahkan kepada Anda sebagai pengganti sebagai pengganti fasilitas diskon motor yang telah kami berhentikan kerjasamanya dikarenakan dari pihak dealer yang sangat tidak konsisten dengan kebijakan harga & diskon sehingga merugikan PT.DFI & para member.

2. SMS GATEAWAY (dalam proses)
Adalah sebuah fasilitas member DBS untuk dapat melakukan Cek Total Subsidi, Cek Perkembangan Jaringan & Cek Saldo Subsidi via sms. Sehingga dgn fasilitas ini, akan memberi kemudahan kepada member untuk melihat perkembangan bisnisnya via sms tanpa perlu pergi ke warnet.
Setiap sms gateaway yang dilakukan oleh member, akan dianggap sebagai 1 transaksi pulsa. Sehingga 1 sms gateaway = 1 trx pulsa dalam hal bonus Royalty Pulsa & Sharing DBS.
Dengan sms gateway ini, diharapkan Royalty Pulsa & Subsidi Sharing DBS akan meningkat s/d 2 kali lipat.
Sms Gateaway menggunakan no sms center trx pulsa dengan biaya Rp.350,-/sms.

3. SMS Content / SMS Berlangganan (dalam proses)
Adalah sebuah fasilitas bagi seluruh member DBS untuk dapat memiliki sms berlangganan pribadi, dimana bisa diakses oleh seluruh member di groupnya. Untuk memotivasi & memberikan info-info terbaru. Dengan sharing royalty yang akan diberikan senilai Royalti Pulsa.

4. SMS UCAPAN SELAMAT ULANG TAHUN (dalam proses)
Server DBS Cell akan mengirimkan ucapan selamat Ulang tahun kepada seluruh member DBS pada hari ulang tahunnya.
Hal ini memang simple & terkesan sepele, namun dengan fasilitas ini, diharapkan akan menciptakan loyalitas & kecintaan member DBS terhadap bisnis DBS.

5. SMS GRATIS (dalam proses)
DBS akan bekerjasama dengan Content Profider SMS Gratis, sehingga member-member DBS akan dapat mengirimkan sms gratis via web DBS untuk keperluan sms broadcast ke banyak orang dengan gratis sejumlah 100 karakter, 60 karakter sisanya berisi iklan.

6. TRX PULSA VIA YM (dalam proses)
Fasilitas ini memungkinkan seluruh member DBS untuk dapat bertransaksi via YM dengan keunggulan lebih cepat & lebih murah.





PTK PAI

4 03 2009

Saya berika contoh PTK ( Penelitian Tindakan Kelas ) mata pelajaran Pendidikan Agama Islam

BAB. I.
PENDAHULUAN
A . Latar belakang,
Mulai Indonesia merdeka, telah dicanangkan oleh para peminpin bangsa kita, untuk merumuskan tujuan negara muda yang dibangun itu, yaitu membentuk masyarakat yang adil dan makmur.
Setelah melalui beberapa dasawarsa lahirlah pembarauan-demi pembaharuan yang menitikberatkan pembangunan. Pembangunan itu memerlukan tenaga penggerak sebagai motor yang menggerakkan semua aspek dari pembangunan tersebut. Tenaga pengerak tersebut ialah manusia yang mempunyai keahlian (skill), tanpa keahlian pembangunan itu tidak akan berjalan lancar. Tenaga ahli itu dihasilkan oleh pendidikan, karena itu pendidikan memegang peranan penting dalam mencapai tujuan negara, yaitu masyarakat adil dan makmur.
Pemikiran tentang pentingnya pendidikan sudah dimulai sebelum Indonesia merdeka, Pada awal kemerdekaan lahirlah undang no 4 tahun 1950 jo Undang-undang nomor 12 tahun 1954 tentang dasar-dasar pendidikan dan pengajaran di sekolah. Pada tahun 1989 lahir Undang-undang nomor 2 tentang Sistem Pendidikan Nasonal, terakhir , Permen no 22 tentang standar isi, Permen no 23 tentang standar kompetensi lulusan.
B. Rumusan Masalah
Sholat adalah merupakan pangkal tolak pembinaan kepribadian seseorang muslim, yang dijadikan oleh Rasulullah sebagai tiang Agama Islam, satu-satunya ibadah yang diwajibkan secara berulang setiap hari, seumur hidup. Apabila pembinaan sholat itu terabaikan akan meruntuhkan sendi-sendi Islam itu sendiri sekali gus meluluhlantahkan pembinaan umatnya. Oleh sebab itu peningkatan pembiasaan sholat itu merupakan hal yang urgen untuk diterapkan kepada siswa. Bagaimana memotivasi siswa untuk membiasakan sholat lima waktu?, Bagaimana mengelola waktu yang singkat untuk tatap muka tapi efektif dan efesien dalam membina mereka.
C. Tujuan Penelitian
Penulis berasumsi bahwa pembiasaan sholat lima waktu masih minim dilaksanakan oleh remaja, termasuk siswa-siswi SMP Negeri 1 Kedokanbunder, setelah kami tanyakan dikelas, hampir setiap kelas hanya rata-rata 5% yang terbiasa sholat lima waktu, itupun umumnya anak-anak Rohis. Kami berasumsi bahwa kebiasaan sholat lima waktu dapat ditingkatkan. Asumsi tersebut jelas memerlukan metode yang jitu. penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan metode yang akurat dalam memacu siswa guna peningkatan pembiasaan sholat lima waktu.

BAB.II.
KAJIAN TEORI DAN KEPUSTAKAAN.
Pendidikan merupakan kunci kemajuan dan kesuksessan masa depan suatu bangsa, itu pulalah yang menyebabkan pemimpin Jepang paska bom Hiroshima dan Nagasaki menanyakan berapa orangkah guru yang masih tertinggal dan selamat.
Pendidikan merupakan pembimbigan seseorang kearah dewasa, baik secara biologis,baik secara ekonomis, baik secara sosiologis. Seseorang yang dewasa harus mempunyai skill life atau kecakapan hidup sehingga dia tidak menjadi beban bagi orang lain, Dia harus mempunyai kepribadian yang mandiri sehingga setiap tantangan, rintangan dan persoalan hidup dapat menerima dengan tenang, kemudian menghadapi dengan cermat, dan mengatasi serta memecahkannya dengan bijaksana.
Hakikat belajar mengajar: menurut Abu Ahmadi hakikat mengajar itu ada jenis 1. menanamakan pengatahuan kepada anak, 2. menyampaikan pengetahuan dan kebudayaan kepada anak, 3. suatu aktivitas mengatur lingkungan sebaik-baiknya dan menghubungkan dengan anak didik sehingga terjadi prases belajar.Hakiakat belajar adalah usaha sadar untuk menguasai ilmu, untuk dapat menerapkan pengetahuan , untuk dapat melaksanakan suatu pekerjaan dengan baik. Jadi belajar dan mengajar saling berkaitan dalam suatu proses menuju perubahan pengetahuan, perubahan tingakah laku, perubahan keterampilan dan dapat mengatasi persoalan hidup dengan baik dan mandiri.
A. Kajian Umum Pendidikan
Kegiatan belajar mengajar supaya lebih efektif harus memperhatikan sebagai berikut:
1. Tujuan belajar mengajar
Secara umum tujuan belajar mengajar adalah untuk mengubah pengetahuan peserta didik, mengubah kepribadian, mengubah keterampilan. Jadi dalam pendidikan harus ada perubahan kalau tidak ada perubahan maka kegiatan belajar itu tidak berhasil.
1. Guru sebagai salah satu sumber belajar.
Guru yang membimbing harus orang kompeten, pendidik yang kompeten adalah guru yang mempunyai kesadaran kependidikan yang tinggi dan memenuhi syarat -syarat seorang guru yang baik.
7. Azas didaktik
Dalam Kegiatan belajar hendak memperhatikan pengajaran (azas didaktik) antara lain :
a. Harus ada pemusatan perhatian sehingga semua potensi yang ada pada diri peserta didik dapat berfungsi dengan maksimal.
b. Harus ada keaktifan peserta didik harus aktif dalam proses belajar mengajar, keaktifan itu menunjukan dalam jiwa siswa itu ada proses.
c. Kegiatan belajar mengajar itu harus ada bahan yang diragakan sehingga dapat dilihat oleh siswa,
d. Memperhatikan kemampuan peserta didik.
e. Korelasi dan konksentrasi,
f. Praktis dan efesien

3. Bahan pengajaran
a. Bahan pembelajaran harus memenuhi tujuan umum pemdidikan dan tujuan sekolah. Di Negara manapun sekolah adalah tempat pendidikan, yaitu memberikan endidikan keseluruhan, yang meliputi pendidikan jasmani, rohani, pendidikan perorangan serta kemasyarakatan.

b. Bahan pengajaran harus sesuai dengan tingkat sekolah, perkembangan jiwa serta jasmani murid pada umumnya. Maksudnya guru memperhatikan apakah masih tingkat pemula atau menengah atau sudah tingkat tinggi.
c. Bahan pembelajaran pokok pendidikan Agama Islam.
Materi pokok pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah Kejuruan ialah: 1). Keyakinan dan kepercayaan.
2). Ibadah Kepada Allah SWT.( Fikih).
3). Cara membaca Al-Qur’an dan membiasakannya.
4). Pengetahuan hukum Islam.
5). Pergaulan hidup antara sesama manusia.
d. Tema sentral Pendidikan Agama Islam.
1. Kemapuan siswa untuk beribadah dan membiasakannya dengan baik dan tertib( kemampuan sholat dan ibadah lainnya).
2. Kemampuan siswa untuk membaca Al-Qur’an dengan baik.
3. Tercerminnya Akhlak yang baik dari siswa.
5. Metode pengajaran
a. metode ceramah.
b. metode Tanya Jawab.
c. metode diskusi.
d. metode kerja kelompok.
e. metode simulasi.
f. metode demonstrasi.
g. penugasan.
h. eksprimen.
i. metode proyek.
j. widyawisata.
k. bermain peran.
l. sosiodrama.
m. pemecahan masalah.
n. metode latihan.
o. metode bercerita.
p. Metode pameran.
q. metode e-learning.
6. Proses Belajar Mengajar.
Proses belajar mengajar adalah rangkaian kegiatan untuk mencapai tujuan pengajaran yang ditetapkan. Dalam kegiatan belajar mengajar ada beberapa hal yang perlu diperhatian supaya kegiatan itu berjalan dengan maksimal. antara lain ialah:
c. Prinsip proses belajar mengajar.
d. Pengelolaan Proses Belara Mengajar.
1). Pengorganisasian kelas.
2). Metode belajar mengajar.
3). Sarana dan sumber belajar.
a) sarana belajar,
b). Sumber belajar,
4) Teknik Evaluasi.
a. Pengertian evaluasi.
b. Tujuan Evaluasi.
e. Jenis dan fungsi evaluasi.
f. Penggunaan data evaluasi.
g. Cara dan Tehnik Penilaian.
h. Tahapan Evaluasi Hasil Belajar.
1). Tahap perencanaan evaluasi.
2). Pelaksanaan evaluasi.
3). Analisis evaluasi.
4). Pelaporan hasil evaluasi.
g. Obyek evaluasi.
Menurut Tyler, obyek evaluasi itu terdiri dari beragam aspek kepribadian yaitu:
1). Aspek befikir, termasuk diantaranya : inteligensi, ingatan, cara menginterpretasi data, pemikiran logis dan sebagainya.
2). Aspek perasaan social, termasuk diantaranya: cara bergaul, cara pemecahan nilai social dan sebagainya.
3). Aspek keyakinan social dan kewarganegaraan menyangkut pandangan hidup terhadap masalah social, politik dan ekonomi.
4). Apresiasi seni dan budaya.
5). Minat, bakat dan hobbi.
6). Perkembangan social dan personal.
B. Kajian sholat lima waktu.
Sholat adalah tiangnya agama Islam, sholat merupakan amal yang pertama kali dipertanggungjawabkan nanti di hari kiamat, bila sholatnya baik maka amal yang lain jadi baik, jika sholatnya rusak maka amal yang yang lain jadi tercemar. Sholat dicanangkan oleh Allah SWT untuk membentuk kepribadian seorang muslim yang tangguh, dalam sholat Allah mengajarkan hidup disiplin, hidup sabar,bermasyarakat, mengajarkan hidup sehat, hidup bersih lahir dan batin, menahan diri dan pengendalian diri, berkomunikasi dengan Khaliknya,
Inilah yang mendorong peneliti untuk mengkaji kebiasaan sholat lima waktu yang sudah jauh dari yang dicontohkan Rasulullah, beberapa kali survey kecil, setiap kelas yang kami survey tidak lebih 15 % yang sudah melaksanakan sholat lima waktu secara rutin lima kali sehari semalam, survey secara kwantitas belum lagi sebagai kwalitas tentu lebih banyak lagi.
1. Peningkatan kebiasaan sholat lima waktu.
Yang dimaksud kebiasaan disini ,adalah nilai yang sudah menjadi sikap pribadi seseorang, yang dapat dikerjakan tanpa berpikir, kebiasaan seperti ini yang disebut dengan akhlak. Dengan harapan semoga sholat itu akhirnya menjadi akhlak bagi siswa yang mengamalkannya.
1. Motivasi multi aspek.
Yang kami maksudkan motivasi multi aspek. Terdiri dari kata motivasi, multi dan aspek. Yang dimaksud mativasi adalah unsur yang mendorong seseorang untuk menggerakkan mengerjakan sesuatu, multi aspek artinya beragam bentuk. Multi yang saya maksud disini antara lain: motivasi melalui kajian sholat, melalui kajian diri siswa ,melalui kajian nikmat, meleui video penciptaan alam semesta.
1. Metode yang digunakan.
Metode yang digunakan adalah memberian motivasi melalui memperdalam kajian sholat, melalui kajian nikmat umumnya, melalui kajian diri pribadi siswa, melalui video penciptaan Alam semesta. Sehingga semua potensi rohani dan jasmaninya bisa berfungsi dengan lebih baik. Sehingga terdorong untuk mensyukuri nikmatNya salah satunya adalah melakukan shalat lima waktu.

BAB.III.
PROSEDUR PENELITIAN

A. Mengadakan survey awal.
Survey awal yang dimaksud ialah menanyakan secara lisan tentang kebiasaan sholat siswa kelas IX B. Saya mendapat data hanya + 15 % dari kelas itu yang sholat sudah rotin lima kali sehari dan semalam. Oleh sebab itu saya terdorong untuk mengetahui apakah yang menyebabkan hal itu terjadi bagaimana jalan keluarnya.
B. Membuat tahapan penelitian dan evaluasi.
1. Pada siklus pertama memotivasi siswa dengan kajian makna sholat supaya siswa lebih paham makna sholat secara keseluruhan. Sehingga dia dapat menyayangi sholat dan membiasakannya.
Setelah itu memberikan format isian keadaan sholatnya selama tujuh hari, setelah tujuh hari format yang diisi siswa dan ditandatangai oleh orang tua diambil kembali untuk dianalisa dan dievaluasi untuk menyetahui hasilnya.
2. Pada siklus pertama diambil sebagai acuan siklus kedua siapa berubah menjadi lebih baik atau sebaliknya menjadi malas, maka pada siklus kedua ini sudah diadakan pendekatan yang intensif kepada siswa yang berubah menjadi malas, disamping itu memotivasi dengan kajian nikmat yang diberikan Allah baik bersifat pribadi ataupun bersifat umum. Setelah itu siswa diberi format isian untuk diisi sesuai sholat yang mereka laksanakan dalam tujuh hari berikutnya. setelah format itu diisi siswa dan ditandatangai oleh orang tua diambil kembali untuk dianalisa dan dievaluasi untuk menyetahui hasilnya.
3. Dari evaluasi siklus kedua hasilnya ada peningkatan namun masih ada siswa yang cendrung turun maka pada siklus ketiga saya analisa beberapa pribadi yang cendrung cuek serta diadakan pendekatan dengan memanggil serta mengoreksi informasi dan melalui informasi diadakan motivasi yang sesuai dengan siswa yang bermasalah tersebut. setelah format itu diisi siswa dan ditandatangai oleh orang tua diambil kembali untuk dianalisa dan dievaluasi untuk menyetahui hasilnya. mengengvaluasi kegiatan

BAB.IV.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Rekapitulasi data. Siklus I
REKAPITULASI SHOLAT LIMA WAKTU SISWA
Diteliti dari tanggal 23 s/d tanggal 29 bulan September 2008
Siklus I
No Nama Siswa Zhuhur Ashar Magrib Isya Shubuh Keterangan
1 Ade Wibowo 7 7 7 7 7 100.00
2 Adi Mustofa 6 6 7 7 7 94.29
3 Caswandi 7 6 6 5 4 80.00
4 Danisih 4 4 6 7 7 80.00
5 Danyanti 7 7 7 7 7 100.00
6 Dedi Riyanto 7 7 7 7 7 100.00
7 Dian Kurniayah 7 5 6 6 7 88.57
8 Diana 4 6 7 6 4 77.14
9 Dinda Erlina 6 7 7 6 3 82.86
10 Ega Dewi Mutu M. 4 4 6 4 4 62.86
11 Eka Olivia 7 4 7 5 7 85.71
12 Eka Pramana 6 7 7 7 7 97.14
13 Heriyani 5 4 4 7 7 77.14
14 Kalili Riyanto 4 5 7 7 7 85.71
15 Kakimin 6 7 7 7 4 88.57
16 Kartolin 3 1 5 6 7 62.86
17 Kaswati 4 3 7 4 1 54.29
18 Kristiono 7 2 7 4 5 71.43
19 Musadad 5 5 5 5 3 65.71
20 Musniti 3 5 7 7 5 77.14
21 Nadhiroh 6 5 7 7 7 91.43
22 Nanda Julianto 6 3 7 1 7 68.57
23 Nanto Hadi S. 7 7 7 7 7 100.00
24 Rudiyanto 7 7 7 7 7 100.00
25 Saefudin HS 7 7 7 7 7 100.00
26 Yani 7 7 7 7 7 100.00
27 Zainal Ismail 4 6 6 6 5 77.14
Persentase 80.95 76.19 3.65 86.24 83.07 84.02

Diketehaui Oleh Kedokanbunder, 1 Oktober 2008
Kepala SMP N 1 Kedokanbunder Peneliti

SUWARDI, S.Pd
NIP. 130 483 154 SANDIKA, S.Pd.I
NIP. 132251758

B. Rekapitulasi Siklus II
REKAPITULASI SHOLAT LIMA WAKTU SISWA
Diteliti dari tanggal 23 s/d tanggal 29 bulan Oktober 2008
Siklus II
No Nama Siswa Zhuhur Ashar Magrib Isya Shubuh Persentase
1 Ade Wibowo 7 7 7 7 7 100.00
2 Adi Mustofa 4 7 7 7 7 91.43
3 Caswandi 5 5 7 6 5 80.00
4 Danisih 3 5 6 7 6 77.14
5 Danyanti 7 7 7 7 7 100.00
6 Dedi Riyanto 7 7 7 7 7 100.00
7 Dian Kurniayah 6 6 5 4 2 65.71
8 Diana 4 7 6 7 5 82.86
9 Dinda Erlina 5 7 7 5 0 68.57
10 Ega Dewi Mutu M. 7 7 7 7 7 100.00
11 Eka Olivia 4 5 6 0 6 60.00
12 Eka Pramana 7 7 7 7 7 100.00
13 Heriyani 6 7 7 7 5 91.43
14 Kalili Riyanto 3 4 5 4 6 62.86
15 Kakimin 4 7 7 7 6 88.57
16 Kartolin 7 7 7 7 7 100.00
17 Kaswati 5 6 7 5 5 80.00
18 Kristiono 4 2 7 3 5 60.00
19 Musadad 7 7 7 7 7 100.00
20 Musniti 4 5 7 7 3 74.29
21 Nadhiroh 3 5 6 5 4 65.71
22 Nanda Julianto 6 6 7 6 6 88.57
23 Nanto Hadi S. 7 7 7 7 7 100.00
24 Rudiyanto 7 7 7 7 7 100.00
25 Saefudin HS 7 7 7 7 7 100.00
26 Yani 6 6 7 7 5 88.57
27 Zainal Ismail 5 7 7 7 6 91.43
Persentase 77.78 88.36 95.77 86.77 80.42 85.82

Diketehaui Oleh Kedokanbunder, 1 Oktober 2008
Kepala SMP N 1 Kedokanbunder Peneliti

SUWARDI, S.Pd
NIP. 130 483 154 SANDIKA, S.Pd.I
NIP. 132251758

C. Rekapitulasi Siklus III

REKAPITULASI SHOLAT LIMA WAKTU SISWA
Diteliti dari tanggal 2 s/d tanggal 8 bulan November 2008
Siklus III
No Nama Siswa Zhuhur Ashar Magrib Isya Shubuh Persentase
1 Ade Wibowo 7 7 7 7 7 100.00
2 Adi Mustofa 5 3 7 5 5 71.43
3 Caswandi 6 6 7 7 5 88.57
4 Danisih 5 5 6 7 6 82.86
5 Danyanti 7 7 7 7 7 100.00
6 Dedi Riyanto 7 7 7 7 7 100.00
7 Dian Kurniayah 4 7 4 0 4 54.29
8 Diana 6 6 7 6 6 88.57
9 Dinda Erlina 7 7 7 7 6 97.14
10 Ega Dewi Mutu M. 6 6 7 7 5 88.57
11 Eka Olivia 7 6 7 5 7 91.43
12 Eka Pramana 7 7 7 7 7 100.00
13 Heriyani 6 6 7 7 7 94.29
14 Kalili Riyanto 5 5 7 7 6 85.71
15 Kakimin 7 7 7 7 7 100.00
16 Kartolin 4 4 4 4 4 57.14
17 Kaswati 7 7 7 7 7 100.00
18 Kristiono 6 0 7 1 7 60.00
19 Musadad 6 7 7 7 6 94.29
20 Musniti 4 6 7 6 2 71.43
21 Nadhiroh 6 7 7 5 5 85.71
22 Nanda Julianto 6 6 7 4 7 85.71
23 Nanto Hadi S. 7 7 7 7 7 100.00
24 Rudiyanto 7 7 7 7 7 100.00
25 Saefudin HS 7 7 7 7 7 100.00
26 Yani 5 6 7 5 6 82.86
27 Zainal Ismail 5 6 7 6 6 85.71
Persentease 85.71 5.71 96.30 84.13 86.24 87.62

Diketehaui Oleh Kedokanbunder, 1 Oktober 2008
Kepala SMP N 1 Kedokanbunder Peneliti

SUWARDI, S.Pd
NIP. 130 483 154 SANDIKA, S.Pd.I
NIP. 132251758

D. Analisis data yang diperoleh dari tiga siklus.

Pada langkah pertama kami memberikan motivasi kepada siswa kelas II Ak 1 untuk mendalami arti sholat dan kandunganya, bagaimana manfaatnya bila kita merotinkan sholat, sekaligus merupakan tanda syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan nikmat yang berlimpah kepada kita. pemberian motivasi melalui memperdalam kajian sholat. Dan diberikan pendataan yang diisi oleh siswa selama satu minggu sesuai dengan sholat yang mereka kerjakan,
1. Siklus pertama.
Siklus pertama kami laksanakan dari tanggal 23 sampai 29 september 2008. Dari data itu diperoleh data sholat Zuhur yang dilaksanakan =80,95%, sholat ashar =76,19%, Sholat Magrib=93,65 , sholat Isya=86,24 , sholat shubuh=83,07 Kumulatif=84,02.

2. Siklus kedua.
Siklus kedua kami laksanakan berdasarkan hasil yang belum maksimal dari siklus I maka diadakan pendekatan bagi siswa yang masih jauh dari yang diharapkan tentang kebiasaan sholatnya. Kami dorongan siswa untuk lebih mengenal sholat, pemberian motivasi melalui kajian nikmat umumnya, melalui kajian diri pribadi siswa, mendorong yang masih sangat jarang sholat untuk lebih memahami dan manfaat syukur kepada Allah melalui sholat, Pelaksanakan tanggal 23 Oktober 2008 sampai 29 Oktober 2008, dengan membagikan formulir isian, saya memperoleh data sebagai berikut yang melaksanakan sholat zuhur=77,78 , sholat ashar=88,36 , sholat Magrib=95,77 , sholat Isya =86,77 , sholat shubuh =80,42 , kumulatif=85,42 .

3. Siklus ketiga.
Siklus ketiga kami laksanakan dari tanggal 2 sampai tanggal 8 Oktober 2008. Siklus ini berdasar data siklus kedua yang belum memuaskan, sehingga mengadakan pendekatan kepada siswa yang masih malas untuk sholat, supaya rajin sholat, dan memotivasi melalui video penciptaan Alam semesta.
Pada siklus ini siswa didorong untuk menggunakan semua potensi mereka yang diamanahkan Allah kepada mereka, kami memperoleh data sebagai berikut: Yang melaksanakan sholat Zuhur=85,71 , sholat ashar=85,71 , sholat Magrib=96,30, sholat Isya=84,13 , sholat shubuh=86,24 , kumulatif=87,62.

Analisa Kemajuan kemajuan pada siswa.
Dari Tabel I ,II dan III dapat kita baca pelaksanaan sholat Zuhur berbanding sebagai berikut Siklus I 80.95 %, siklus II turun 77.78 % dan siklus III meningkat menjadi 85.71%. cendrong naik.

Pelaksanaan Sholat Ashar berbanding sebagai berikut Siklus 76.19%, Siklus II naik menjadi 88.36% dan siklus III turun sedikit menjadi 85.71%. cendrong naik.

Pelaksanaan sholat Magrib berbanding sebagai berikut siklus I 93.65%, Siklus II naik menjadi 95.77% dan siklus III naik menjadi 96.3% cendrong naik.

Pelaksanaan sholat isya berbanding sebagai berikut siklus I 86.24% , Siklus II naik menjadi 86.77 dan siklus III turun 84.13% cendrong turun.

Pelaksanaan sholat Shubuh berbanding sebagai berikut siklus I 83.07%, Siklus II turun 80.42% dan siklus III naik menjadi 86.24% cendrong naik. Dari lima sholat hanya satu yang cendrong turun yaitu sholat Isya sedangkan empat sholat yang lain cendrong. Lebih lanjut dapat dilihat dari grafik dibawah ini.

Apabila dilihat presentase keseluruhan.
Secara keseluruhan dapat lihat dari tabel pada siklus pertama 84.02 %, pada siklus II naik menjadi 85.82 dan pada siklus III naik menjadi 87.82. dari data ini dapat lihat ada kecendrongan makin naik. Lebih lanjut dapat dilihat dari grafik.

Bila dikelompokkan antara A. antara 89.99%- 100%, B. antara 69.99-89.99, C. antara 50.00 – 69.99 dan D <.50.00. A bobotnya 4 , B bobotnya 3, C bobotnya 2 dan D bobotnya 1.
Pada siklus I A terdapat = 10 orang, B terdapat =12 orang , C terdapat = 5 orang,
Siklus II A terdapat 13 orang, B terdapat 8 orang , C terdapat 6 orang.
Siklus III A terdapat 13 orang, B terdapat 11 orang C terdapat 3 orang.
Kelompok Rentang Nilai / Bobot
A 89,99% – 100% 4
B 69,99% – 89,99% 3
C 50.00% – 69,99% 2
D 0% – 50.00 % 1

Dari keadaan itu ada kecendrongan makin baik dan makin sempurna sholatnya. Lebih lanjut lihat grafik.
Secara keseluruhan dapat dilihat lebih jelas kemajuannya

DAFTAR PUSTAKA

Al-Qur’an dan terjemahannya oleh Departemen Agama RI
Buku Paket Agama Islam SMP Kls. VIII
Beberapa Aspek Dasar-dasar Kependidikan oleh Drs. B. Suryosubroto
Etika Keguruan oleh Drs. R. Hermawan S
Fikih Kifayatul Akhyar
Filsafat Pendidikan oleh Imam Barnadib, M.A. Ph.D
Ilmu Perbandingan Pendidikan oleh Arifin Prof. H.M.M.Ed
Metodik Pendidikan Agama oleh Mahmud Yunus Prof. H
Metodik Pendidikan Agama oleh Ahmad Tafsir , DR
Mukhtarul Hadist Nabawiyah
Manajemen Da’wah Islam oleh Abdur Rasyad Shaleh
Motivate your self! Oleh Ridwan Muhammad Yusuf
Pengantar Psikologi Dirgagunarsa
Pengantar Interaksi mengantar belajar oleh Prof. Dr. Winarno Surakhmat
Prinsip-prinsip dan teknik Evaluasi Pengajaran oleh Drs.M. Ngalim Purwanto
Psikologi Umum oleh Agus Sujanto Drs
Pengantar Ilmu Jiwa Agama Jalaludin drs, Cs
Pengantar Didaktik Metodik oleh Abu Ahmadi, Drs
Rangkuman Ilmu Mendidik oleh Djaka Cs
Teknologi Instruksional 0leh Drs. Mudhoffar, M.Sc





Hasil Diklat UPI Bandung

13 02 2009

Ternyata di daerah khususnya di Kab. Indramayu hasil diklat periode kuota 2008 banyak yang belum tahu, padahal untuk kategori ujian mengulang ( MPLPG ) tahap 1 : 14 Februari 2009 dan tahap 2 : 28 Februari 2009, hal ini sangat disayangkan sekali oleh para guru, kenapa pihak Diknas kabupaten selaku koordinator tidak mengupayakan pengumuman ini via internet disebarkan kepada para Kepala Sekoah.
Sehingga sampau saat ini 14 Februari 2009 para guru banyak yang bingung dan harus ngapain?

Untuk membantu hal di atas saya berinisitif menempelkan pengumuman pada pengumuman sekolah yang isinya antara lain tentang nama-nama guru yang ikut MPLPG. Tetapi sayang niat baik ini disambut dengan berbagai tanggapan, seperti ada seorang guru yang menganggapnya informasi ini dianggap menyesatkan, ada menanggapinya ini IKLAN saja dan sebagainya.





HASIL PENILAIAN FORTOFOLIO 2008 KAB. INDRAMAYU

12 02 2009

Sertifikasi :: Universitas Pendidikan Indonesia

Hasil Penilaian Portofolio Kuota 2008

Instansi
Semua
Departemen Agama
Dinas Pendidikan
Daerah
Kab. Indramayu
________________________________________
Cari
________________________________________
Terdapat 989 Peserta
________________________________________
Sebelumnya12…1617181920212223…9899Selanjutnya
08021808710228 | Sri Ani | SMPN 1 Juntinyuat | Kab. Indramayu | MPLPG
08021808710231 | Afandi | SMPN 1 Kandanghaur | Kab. Indramayu | LULUS
08021808710236 | Kamali | SMPN 1 Kandanghaur | Kab. Indramayu | LULUS
08021808710238 | Edi Supriyadi | SMPN 1 Kandanghaur | Kab. Indramayu | LULUS
08021808710239 | Hartono | SMPN 1 Kandanghaur | Kab. Indramayu | LULUS
08021808710246 | Nining Rohensih | SMPN 1 Karangampel | Kab. Indramayu | MPLPG
08021808710254 | Amin | SMPN 1 Kedokanbunder | Kab. Indramayu | MPLPG
08021808710260 | Saefudin | SMPN 1 Kedokanbunder | Kab. Indramayu | MPLPG
08021808710263 | Eka Jelaekha | SMPN 1 Kertasemaya | Kab. Indramayu | MPLPG
08021808710264 | Halim Al Darus | SMPN 1 Kertasemaya | Kab. Indramayu | LULUS

© Rayon 10, Jawa Barat. 2008.

MPLPG ( MENGULANG PLPG )
TAHAP I : 14 FEBRUARI 2009
TAHAP II : 28 FEBRUARI 2009

Bagi bapak/ ibu yang ingin tahu hasil sertifikasi silahkan hubungi RISKI KOMPUTER
( Bp. SANDIKA ) . Alamat Jln. Toko Mawar Blok Ki Jago Kedokanbunder- Indramayu

Silahkan kunjungi http://Riski075.wordpress.com





Rintisan SSN

11 02 2009

Pendidikan





11 02 2009

SSN alias Sekolah Standar Nasional bagi dunia pendidikan adalah istilah yang tidak asing lagi, termasuk di dalamnya sekolah kami yaitu SMP Negeri 1 Kedokanbunder – Indramayu Jawa Barat adalah salah satu sekolah yang ada di Indramayu yang mau mencoba dan masih dalam tahap penilaian dalam rangka rintisan Sekolah Standar Nasional.

Di sektor 2 Karangampel, ada dua sekolah yang termasuk kategori rintisan SSN yang pertama SMPN 1 Kedokanbunder dan yang kedua SMP N 1 Karangampel.

Dalam rangka mencapai sekolah yang ber- Standar Nasional banyak hal yang perlku dibenanhi, mulai dari sistem pembelajaran, sarana-prasarana bahkan pada sang pengajar alias guru itu sendiri perlu ditingkatkan kompetensi paedagogiknya. Untuk itu melalui jajaran PMPTK dan Dinas Pendidikan Kab. Indramayu akan mengadakan Workshop 2 hari tentang bagaimana mengupayakan sekolah yang betaraf standar nasional di sub rayon 2 ini.

Dari kedua sekolah tersebut pada hari Rabu, 10 Januari 2009 telah mengundang beberapa orang guru sebagai Tim sukses dalam pelaksanaan workshop tersebut. Kegiatan ini rencananya akan dihadiri oleh Ketua LPMP berikut jajaran Dinas Pendidikan Kota Indramayu serta tidak lupa tentunya dengan para dewan guru dari dua sekolah tersbut.





Hello world!

10 02 2009

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!





KUMPULAN MAKALAH

10 02 2009

Diwasa ini banyak para guru mmemerlukan tulisan ilmiah berupa makalah ataupun PTK yang dipergunakan untuk kenaikan pangkat ataupun sertifikasi guru.

Oleh karena itu saya mencoba untuk memberikan beberapa conto makalah seperti di bawah ini:
MAKALAH SENI BUDAYA:

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Untuk memenuhi kebutuhan akan cita rasa keindahan, manusia berpikir dan membuat karya seni. Tema yang sering muncul dalam karya seni rupa adalah hal seputar manusia dan hubungannya dengan dunia. Seni rupa sebagai media ekspresi sering dijadikan sarana pengungkapan gagasan. Dalam hal ini, gagasan atau ide siswa didalam melukis lebih cenderung kearah pemandangan dan kartun. Untuk itu sebelum pelaksanaan praktik melukis di mulai, siswa terlebih dahuluh diberi gambaran melalui contoh-contoh lukisan bahwa melukis itu tidak harus pemandangan atau kartun saja akan tetapi masih banyak ide atau gagasan dan objek lain yang dapat menjadi tema lukisan. dari hal ini maka wawasan siswa terbuka dan siswa dapat menilai atau mengapresiasi contoh-contoh lukisan yang diberikan oleh guru mata pelajaran.
Dalam melukis tentunya tidak jauh dari alat dan bahan. Alat dan bahan ini bila dilihat dari kemampuan keuangan orang tua siswa belum tentu semua orang tua siswa mampu untuk mendanai pembelian alat dan bahan untuk melukis tersebut. Untuk itu bahan untuk proses awal pembuatan kanvas pihak sekolah melalui dana BOS memberikan bantuan berupa alat dan bahan. Alat dan bahan tersebut meliputi gergaji kayu, paku, lem kayu, singwiet, timba, cat tembok putih dan kuas besar yang berguna dalam proses pembuatan kanvas. Sedangkan untuk kayu spanram dan kain kanvas (kain spanduk / tepung terigu) di beli siswa sendiri dalam tempo 1 bulan. Untuk cat minyak dan kuas siswa membeli sendiri dalam 1 bulan berikutnya. Dalam praktik melukis siswa di bentuk kelompok agar mudah dalam bekerja sama dan di beri tempo waktu 5 bulan berikutnya lukisan harus selesai beserta piguranya. Dalam waktu yang panjang ini diharapkan siswa dapat berkarya semaksimal mungkin dan dapat membeli alat dan bahan dengan ringan. Dalam praktik melukis dikerjakan disekolah dan dilanjutkan di rumah dalam kondisi hasil lukisan 0%, 20%, 50%, 70%, 100% dalam tempo 7 bulan sehingga pada semester II karya seni lukis sudah siap untuk dipamerkan.
B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana cara memberi motivasi siswa dalam melukis ?
2. Bagaimana cara meningkat apresiasi seni siswa ?
3. Bagaimana langkah-langkah pembuatan kanvas sampai menjadi lukisan siap pamer ?

C. Metodelogi Pembelajaran
1 Pendekatan kepada siswa dengan memberikan contoh lukisan.
2 Memberi wawasan apresiasi seni dengan pendekan prinsip-prinsip seni.
3 Demonstrasi pembuatan kanvas dan teknik melukis.

BAB II
PEMBAHASAN

Kemampuan penggarapan serta penguasaan bahan dan alat merupakan aspek yang utama dalam melukis. Dalam hal ini kemampuan siswa untuk melukis tentunya berbeda-beda. Untuk itu guru mata pelajaran harus memberikan motivasi bahwa melukis itu mudah dan menyenangkan. Langkah-langkah yang dilakukan adalah guru mata pelajaran dapat memberikan contoh-contoh lukisan sederhana yang dapat dipahami dan dimegerti oleh siswa baik secara teknik maupun ide atau gagasan pada contoh lukisan tersebut. Dari contoh lukisan tersebut diharapkan siswa dapat mengapreasiasi contoh lukisan tersebut dan menarik minat siswa dengan didampingi guru mata pelajaran.
Contoh-contoh lukisan dapat didapat di internet ataupun cd art yang mudah didapat oleh guru mata pelajaran. Siswa di beri tugas membuka internet dengan tema art. Dari beberapa hal diatas maka wawasan siswa dapat terbuka bahawa melukis itu tidak hanya bertemakan pemandangan dan kartun. Untuk memberi wawasan apresiasi tetntunya siswa kelas IX sudah mendapat pelajaran tentang prinsip-prinsip seni pada kelas VII, jadi guru mata pelajaran tinggal mengulas kembali dengan menghubungkan contoh-contoh lukisan yang diberikan kepada siswa. Guru mata pelajaran mengungkapkan bahwa melukis itu tidak hanya mencontoh atau mengarang akan tetapi juga bisa melihat langsung benda atau suasana yang ada di sekitar rumah kita. Melukis itu tidak ada aturan atau batasan tertentu tergantung ekpresi setiap individu pelukis masing-masing. Dari wawasan tersebut diharapkan siswa tidak mempunyai beban bahwa melukis itu sangat sulit.
Langkah-langkah pembuatan kanvas adalah sebagai berikut:
1 Siswa diharapkan mampu membuat spanram secara kelompok dari kayu halus dengan ukuran 40 cm X 60 cm. Caranya kayu dipotong sesuai ukuran kemudian dibentuk siku pada setiap sudutnya. Sudut siku kayu tersebut di beri lem kayu sebagai penguat kemudian dipaku hingga membentuk siku-siku persegi empat.
2 Setelah spanram jadi, kemudian kain kanvas (bisa kain spanduk atau kain bekas tepung terigu) dipaku atau di steples tembak pada salah satu sisi kemudian di bentangkan pada sisi lain sehingga kayu spanram tertutupi kain secara rapat. Sebagai catatan bahwa kain di paku atau steples tembak pada sisi samping atau belakang dari kain yang dibentangkan.
3 Adonan singwiet (pemutih lantai atau tembok Rp. 750,-/ Kg) di campur dengan lem kayu putih (Rp. 7.000,-/ Kg) pada tempat timba. Campuran ini harus encer karena bila kental jadinya bisa kelihatan pecah-pecah pada kain kanvas. Adonan ini bisa digunakan ± 10 kanvas dengan ukuran tersebut.
4 Kuaskan adonan tersebut pada kanvas secara merata dan tipis, kemudian keringkan. Setelah kering gosoklah kain kanvas dengan amplas halus ecara halus hingga halus. Kemudian ulangai cara tersebut samapai ± 3 kali atau sampai lubang-lubang kain tertutupi. Kemudian kuaskan cat tembok tipis-tipis secara merata agar kanvas lebih nampak putih bersih.

Langkah-langkah praktik melukis:
1 Siswa diharuskan mengambar terlebih dahulu pada kertas gambar sebagai gagasan lukisannya nanti. Dari gambar ini guru mata pelajaran dapat mengarahkan dan membimbing dalam melukis nanti baik secara teknik mapun gagasan sehingga kesalahan dalam melukis dapat dihindari.
2 Siswa melukis sketsa pada kanvas dengan warna krem atau terang sesuai dengan yang digambar pada kertas gambar sebelumnya. Sebagai catatan siswa dilarang membuat sketsa dengan pensil karena warna hitam pensil sangat kuat dan sulit untuk ditutupi dengan cat minyak.
3. Siswa dibimbing untuk membuat warna dasar secara tipis-tipis pada lukisannya sehingga dapat memperkirakan warna dan teknik kuas yang baik. Dari hal ini
kemungkinan salah warna sangat kecil sekali dan guru mata pelajaran dapat mengajarkan teknik pencampuran warna dan teknik penarikan kuas.
3 Dari hal di atas siswa dapat melanjutkan di rumah akan tetapi tidak boleh diselasaikan sampai finish, paling tidak 20 % dari lukisan dapat dijadikan sebagai nilai proses. Karena bila diselesaiakan di rumah maka guru mata pelajaran tidak akan tahu apakah lukisan siswa tersebut dikerjakan sendiri atau dibuatkan orang lain.
4 Proses tersebut diulang-ulang dengan bimbingan guru mata pelajaran sampai lukisan siap pamer.
5 Pada langkah pameran siswa kelas IX harus dapat membuat katalog pameran dan penataan ruang pameran di ruang kesenian.

Dari langkah-langkah diatas diharapkan siswa dapat meningkatkan kemampuannya dalam mengapresiasi seni rupa. Hal ini dikarenakan siswa sendiri telah mengalami proses melukis dan mengetahui kemampuannya dalam menciptakan karya seni lukis. Dari proses inilah maka sikap mental siswa untuk menghargai karya orang lain dan apresiasi seni akan lebih muncul dari sebelumnya dan sikap menyepelekan atau meremehkan karya seni orang lain akan hilang dengan sendirinya berdasarkan pengalaman siswa sendiri.

BAB III
PENUTUP
1. Kesimpulan

Dari uraian bab-bab sebelumnya dapat disimpulkan bahwa praktik melukis sangat penting dalam meningkat apresiasi siswa. Hal ini disebabkan siswa mengalami proses langsung dalam menciptakan karya seni lukis dan tahun akan kemampuannya untuk menciptakan karya seni lukis.
Guru mata pelajaran diharapkan mampu memberi wawasan kepada siswa bahwa melukis itu tidak sulit tetapi mudah dan menyenangkan. Guru mata pelajaran diharapkan dapat melaksanakan pameran kelas minimal di sekolah masing-masing dan siswa diberikan tugas untuk menilai atau mengapresiasi dari karya temannya sendiri.
Dari empat kelas yang ada (168 siswa) bisa diasumsikan bahwa dalam pembuatan kanvas di SMA NEGERI 1 KROYA ± 99 % siswa mampu membuatnya, untuk teknik melukis ± 70 % siswa mampu menggunakan teknik yang baik dan benar sedangakan yang ± 30 % masih memerlukan bimbingan dan pantauan terus menerus dari guru bidang studi.
2. Saran
-Bila kondisi ekonomi orang tua siswa secara global tidak mampu maka pelaksanaan praktik melukis dapat dilaksanakan dalam jangka panjang.
-Minyak dapat diganti dengan tiner a atau bensin.
-Siswa di larang mengambar betemakan pemandangan seperti anak SD yaitu dua pegunungan ada jalan, matahari di tengah pegunungan, pohon kelapa, jalan, dan sawah dipinggir rumah.

Daftar Pustaka
1. Tim Abdi Guru.2004. Kesenian untuk SMA Kelas XI .Jakarta:Erlangga
Lampiran
Contoh-contoh lukisan yang dapat di presentasikan ke siswa








Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.